Saya harus mengubah judul situs, dari sebelumnya Politics of Architecture 2008 menjadi Politics of Architecture (saja). Tak diduga kelas ini dibuka untuk kedua kalinya, berangkat dengan misi yang sama, namun memiliki banyak perkembangan isi dan akhir dibandingkan sebelumnya.
Mengapa politik? Mengapa kita perlu memperhatikan politik sebagai bagian dalam arsitektur?
Arsitektur dan politik saling bergantung. Entah itu arsitektur buruk maupun baik. Di balik karya arsitektur (publik) luar biasa tak jarang ada kebijakan (politik) dibaliknya. Tak jarang juga arsitektur menjadi penyuara kebijakan, dan arsitektur juga bisa menjadi koreksi atas poltik.
Dan disini arsitektur tidak berhenti pada bangunan belaka, tapi juga desain urban, tata ruang dan perkotaan – yang terkadang identik menjadi perpanjangan tangan dan upaya legitimasi pihak berkuasa – yang dalam hal ini menjadi pusat politik. Dan sementara arsitektur terkadang menjadi milik pribadi, swasta, warga, sehingga begitu arsitektur diletakkan dalam tempatnya – dalam suatu ranah publik yang legal, maka akan terjadi pertemuan antara keduanya.
Semester ini akan menyenangkan. Menyenangkan bagi mahasiswa, karena saya tidak akan memberikan ujian. Kita akan berpameran, kita akan mengkritik (tapi membangun), kita akan mempelajari Jakarta. Kita akan membagi dan membangun, dan berupaya menjadi lebih baik. Kita akan membuka wawasan dan berusaha memahami. Dan yang jelas, kita akan sama-sama belajar.


